Suku Dunia ~ Suku Bali atau Orang Bali sebagian besar mendiami
pulau Bali dan memiliki bahasa tersendiri. Sementara agama dan kepercayaan yang
mereka anut ialah Hindu yang mengandung konsep Trimurti. Suku Bali mempunyai
nilai kebudayaan yang sangat tinggi dan tak heran jika kebudayaan mereka ini
banyak menarik perhatian turis-turis asing, apalagi keindahan pulau Bali sudah
terkenal ke seluruh mancanegara.
Rumah Adat Suku
Bali
Rumah Bali yang
sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak
ruangan dan bangunan, layaknya Feng Shui dalam Budaya China). Menurut filosofi
masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya
hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk
itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang
biasa disebut Tri Hita Karana. Baca lengkap Sejarah Suku Bali
Pawongan
merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik
antara penghuni rumah dan lingkungannya. Pada umumnya bangunan atau arsitektur
tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta
pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan
keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias
dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan
dalam patung.
Pakaian Adat
Suku Bali
Pakaian adat
Bali kalau dilihat sekilas terkesan sama. Padahal sebenarnya pakaian adat Bali
sangat bervariasi. Dengan melihat pakaian adat Bali yang dikenakan seseorang
dalam suatu acara, bisa dilihat status ekonomi dan status pernikahannya.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa pakaian adat Bali memiliki keanggunan dan
citra tersendiri. Setidaknya ada tiga jenis pakaian Adat Bali yang umum
dikenakan oleh masyarakat Bali. Pertama, pakaian adat untuk upacara keagamaan.
Kedua, pakaian adat untuk upacara pernikahan. Dan, ketiga adalah pakaian adat
untuk aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat khas Bali ini berbeda antara yang
dipakai oleh laki-laki dan perempuan.
Misalnya
pemakaian sanggul ke pura oleh remaja putri. Mereka memakai sanggul atau pusung
gonjer sedangkan untuk perempuan dewasa (sudah menikah) menggunakan sanggul
(pusung tagel). Busana Agung adalah pakaian adat Bali yang paling mewah.
Pakaian adat Bali yang satu ini biasanya dipakai pada rangkaian acara ‘Potong
Gigi’ atau Perkawinan. Busana Agung mempunyai beberapa variasi tergantung
tempat, waktu dan keadaan. Kain yang digunakan dalam pakain adat Bali yang satu
ini adalah wastra wali khusus untuk upacara atau wastra putih sebagai simbol
kesucian. Tapi, tak jarang pula kain dalam pakaian adat Bali ini diganti dengan
kain songket yang sangat pas untuk mewakili kemewahan atau prestise bagi
pemakainya.
Tarian Suku
Bali
Ialah Tari
Barong dan Tari Kecak yang menjadi salah satu tarian tradisional khas Bali yang
sudah terkenal kemana-mana. Apa menariknya dari kedua tarian ini? Kedua tarian
ini bisa dikata sebagai ikon kesenian tradisional Bali yang diangkat ke level
nasional bahkan internasional. Seringkali kedua tarian ini dijadikan sebagai
media promosi efektif paket-paket wisata di Bali oleh berbagai agen dan biro
perjalanan wisata. Bahkan hampir seluruh agen maupun biro perjalanan wisata ke
Bali selalu mengajak tamunya untuk menyaksikan Tari Barong dan Tari Kecak ini.
Kesenian Suku
Bali
Sekarang ini
walaupun dunia berkembang begitu pesat, pengaruh budaya luar begitu terasa,
salah satu yang masih bisa eksis di Bali adalah ukiran khas Bali. Ukiran Khas
Bali tentunya memiliki nilai seni tersendiri, berbeda dengan seni ukiran dari
daerah lainnya.
Makanan Khas
Suku Bali
Salah satu
makanan khas dari orang Bali yang paling terkenal ialah Ayam Betutu. Ayam
Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi
bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh
kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam
payangan kabupaten Gianyar.
Ayam betutu
juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada
upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual.
Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tapi juga tamu mancanegara yang datang
ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan
atau restoran.





0 komentar:
Posting Komentar