BAB
I
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN OBAT KONTRASEPSI
Kontrasepsi
dapat diartikan sebagai menghindarkan konsepsi atau kehamilan. Sedangkan alat
kontrasepsi, adalah segala macam alat atau cara yang di gunakan satu pihak atau
kedua belah pihak pasangan suami istri untuk menghindarkan konsepsi.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan
intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen, dan memungkinkan pasangan untuk
mendapatkananak apabila diinginkan.Ada berbagai macam jenis Alat Kontrasepsi yang tersedia di pasaran, yang dapat dibeli dengan bebas. Obat kontrasepsi mempengaruhi pada 3 bagian proses reproduksi pria yang yaitu proses spermatogenesis, proses maturasi sperma, dan transportasi sperma. Sedang pengaruh kontrasepsi pada proses reproduksi wanita antara lain menghambat ovulasi, menghambat penetrasi sperma, menghambat fertilisasi, dan menghambat implantasi. Sampai saat ini, obat kontrasepsi oral yang efektif dan paling banyak digunakan adalah dari golongan steroida. Hampir semua jenis obat tersebut adalah hasil sintesis di laboratorium. Memang tidak semuanya dibuat secara sintesis total, tetapi paling tidak obat tersebut merupakan hasil dari parsial sintesis bahan alam. Akibatnya, sifat alami dari obat tersebut juga berubah drastis, sehingga mengakibatkan beberapa efek samping yang merugikan.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan
intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen, dan memungkinkan pasangan untuk
mendapatkananak apabila diinginkan.Ada berbagai macam jenis Alat Kontrasepsi yang tersedia di pasaran, yang dapat dibeli dengan bebas. Obat kontrasepsi mempengaruhi pada 3 bagian proses reproduksi pria yang yaitu proses spermatogenesis, proses maturasi sperma, dan transportasi sperma. Sedang pengaruh kontrasepsi pada proses reproduksi wanita antara lain menghambat ovulasi, menghambat penetrasi sperma, menghambat fertilisasi, dan menghambat implantasi. Sampai saat ini, obat kontrasepsi oral yang efektif dan paling banyak digunakan adalah dari golongan steroida. Hampir semua jenis obat tersebut adalah hasil sintesis di laboratorium. Memang tidak semuanya dibuat secara sintesis total, tetapi paling tidak obat tersebut merupakan hasil dari parsial sintesis bahan alam. Akibatnya, sifat alami dari obat tersebut juga berubah drastis, sehingga mengakibatkan beberapa efek samping yang merugikan.
B. JENIS-JENIS OBAT
KONTRASEPSI
1. Kontrasepsi
hormonal
Kontrasepsi
mengandung kombinasi estrogen dan progesteron sintetik atau hanya progestin.
Estrogen menekan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan mencegah perkembangan
folikel dominant. Estrogen juga menstabilkan bagian dasar endometrium dan
memperkuat kerja progestin. Progestin menekan peningkatan Luteinizing Hormone
(LH) sehingga mencegah ovulasi. Progestin juga menyebabkan penebalan mukus
leher rahim sehingga mempersulit perjalanan sperma dan atrofi endometrium
sehingga menghambat implantasi.
2. Kontrasepsi
kombinasi ( hormon estrogen dan progesteron)
Pil kombinasi
Dalam satu pil terdapat baik estrogen
maupun progesteron sintetik. Pil diminum setiap hari selama tiga minggu diikuti
dengan satu minggu tanpa pil atau plasebo. Estrogennya adalah etinil
estradiol atau mestranol dalam dosis 0,05; 0,08 ; 0,1 mg pertablet.
Progestinnya bervariasi.
a. Jenis
MONOFASIK
Pil
yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Contoh:
microgynon
•
Komposisi
21 tablet masing-masing mengandung 0.15 mg Levonorgestrel dan 0.03 mg Etinilestradiol serta 7 tablet plasebo.
21 tablet masing-masing mengandung 0.15 mg Levonorgestrel dan 0.03 mg Etinilestradiol serta 7 tablet plasebo.
•
Dosis
dan Cara Pemakaian
Satu tablet diminum tiap hari selama 28 hari berturut-turut.
Kemasan berikutnya dimulai setelah tablet pada kemasan sebelumnya habis. Tidak
menggunakan kontrasepsi hormon sebelumnya (pada bulan yang lalu). Pemakaian
tablet harus dimulai pada hari ke-1 dari siklus alami wanita (yaitu hari
pertama menstruasi) dimulai dari bidang baru dari kemasan dan pilih tablet
sesuai dengan harinya (seperti “sen” untuk senin). Mulai pada hari ke 2-5 di
perbolehkan, akan tetapi selama siklus pertama dianjurkan untuk menggunakan
metode pencegahan tambahan selama 7 hari pertama minum tablet.
BIFASIK
Pil
yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin dalam dua dosuis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon
aktif. Contoh: Climen 28
•
Komposisi
Terdiri dari 16 tablet putih berisi estradiol valerate 2 mg dan 12 tablet pink
berisi estradiol valerate 2 mg dan cyproterone acetate 1 mg.
•
Cara
pemakaian
Minumkan
tablet putih satu kali sehari selama 16 hari dilanjutkan dengan tablet pink satu
kali sehari hingga habis.
TRIFASIK
Pil
yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif
estrogen/progestin dalam 3 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon
aktif.
Contoh:
TRINORDIOL*-28
•
Komposisi
Tiap
kemasan Trinordiol*-28 berisi 28 tablet. Tablet-tablet ini disusun dalam
kemasan menurut urutan sebagai berikut: 6 tablet kuning tua dari 0.03 mg
etinilestradiol dan 0.05 mg levonorgestrel, 5 tablet putih dari 0.04 mg
etinilestradiol dan 0.075 mg levonorgestrel, 10 tablet kuning dari 0.03 mg
etinilestradiol dan 0.125 mg levonorgestrel, 7 tablet innert merah dari 31.835
mg laktosa.
•
Dosis
dan Cara Pemakaian
Satu
tablet sehari untuk 28 hari berturut-turut dalam urutan yang tepat
seperti diuraikan di atas. Tablet-tablet diminum terus menerus tanpa
dihentikan. Segera setelah satu kemasan habis, mulailah dengan
kemasan yang baru dan diminum seperti diuraikan di atas. Dianjurkan
tablet Trinordiol*-28 diminum setiap hari pada waktu yang sama, sebaiknya setelah
makan atau pada waktu mau tidur. Bila pemakai merasa mual, sebaiknya tablet
diminum dengan susu.Sikluspertama:
Selama pemakaian siklus pertama, pasien dianjurkan meminum satu tablet setiap hari selama 28 hari berturut-turut, dimulai dari hari pertama dari siklus haid (hari kesatu datangnya haid adalah hari pertama). Perdarahan akan terjadi sebelum tablet Trinordiol*-28terakhir diminum.
Siklus-siklus Berikutnya: Pemakai hendaknya segera mulai kemasan berikutnya walaupun perdarahan masih berlangsung. Tiap 28 hari penggunaan Trinordiol*-28 dimulai pada hari yang samaseperti pada pemakaian pertama kalinya pada bagian foil berwarna merah dan mengikuti jadual yang sama. Meskipun terjadinya kehamilan sangat kecilbila tablet digunakan sesuai petunjuk bila perdarahan tidak terjadi setelah tablet terakhir diminum, kemungkinan hamil harus dipertimbangkan. Bila pasien tidak menuruti cara penggunaan yang tertera (lupa satu atau lebih tablet atau mulai minum tablet yang terlupa pada hari terlambat daripada seharusnya) kemungkinan hamil harus dipertimbangkan pada saat tidak terjadi haid dan dilakukan cara-cara dianostik yang tepat sebelum pengobatan dilanjutkan.
Selama pemakaian siklus pertama, pasien dianjurkan meminum satu tablet setiap hari selama 28 hari berturut-turut, dimulai dari hari pertama dari siklus haid (hari kesatu datangnya haid adalah hari pertama). Perdarahan akan terjadi sebelum tablet Trinordiol*-28terakhir diminum.
Siklus-siklus Berikutnya: Pemakai hendaknya segera mulai kemasan berikutnya walaupun perdarahan masih berlangsung. Tiap 28 hari penggunaan Trinordiol*-28 dimulai pada hari yang samaseperti pada pemakaian pertama kalinya pada bagian foil berwarna merah dan mengikuti jadual yang sama. Meskipun terjadinya kehamilan sangat kecilbila tablet digunakan sesuai petunjuk bila perdarahan tidak terjadi setelah tablet terakhir diminum, kemungkinan hamil harus dipertimbangkan. Bila pasien tidak menuruti cara penggunaan yang tertera (lupa satu atau lebih tablet atau mulai minum tablet yang terlupa pada hari terlambat daripada seharusnya) kemungkinan hamil harus dipertimbangkan pada saat tidak terjadi haid dan dilakukan cara-cara dianostik yang tepat sebelum pengobatan dilanjutkan.
Bila
pasien telah mengikuti petunjuk pengobatan dan telah minum tablet dua siklus
berturut-turut tidak terjadi haid, tidak terjadinya kehamilan harus benar-benar
dipastikan oleh dokter atau petugas kesehatan yang ditunjuk sebelum penggunaan
tablet kontrasepsinya dilanjutkan.
•
Tablet-tablet
yang Terlupa Diminum
Pemakai
harus diinstruksikan untuk meminum tablet yang terlupa secepatnya setelah
teringat. Bila dua tablet berturut-turut terlupakan, keduanya harus diminum
setelah teringat. Tablet berikutnya harus diminum pada waktu yang sama. Tiap
saat pasien terlupakan satu atau dua tablet , ia harus juga mnggunakan cara
kontraseptiva tambahan non steroidal (misalnya cara mekanis) sampai ia telah
meminum satu tablet tiap hari untuk 7 hari berturut-turut. Bila tiga tablet
berturut-turut selain tablet berwarna merah terlupakan, semua pengobatan harus
dihentikan dan sisa obat harus dibuang. Siklus tablet yang baru harus dimulai
pada hari kedelapan setelah tablet terakhir diminum dan suatu kontraseptiva
tambahan non steroidal (misalnya cara mekanis) sampai ia telah meminum satu
tablet tiap hari untuk 14 hari berturut-turut.
b. Cara kerja
Secara
umum pil kombinasi berkerja dengan cara menekan ovulasi, mencegah implantasi,
mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilalui sperma, dan Pergerakan tuba
terganggu sehingga transportasi ovum akan tergenggu.
c.
Manfaat
Memiliki efektifitas yang
tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1
kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).
Risiko terhadap kesehatan
sangat kecil.
Tidak mengganggu hubungan
seksual.
Siklus haid menjadi
teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri
haid.
Dapat digunakan jangka
panjang, selama perempuan masih ingin menggunakannya.
Dapat digunakan sejak usia
remaja hingga menopause.
Mudah dihentikan setiap
saat.
Kesuburan segera kembali
setelah pengunaan pil dihentikan.
Membantu mencegah kehamilan
ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang
panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenore, akne.
d. Keterbatasan
Mahal
dan membosankan karena harus menggunakannya tiap hari.
Mual
terutama pada 3 bulan pertama.
Perdarahan
bercak atau perdarahan sela terutama 3 bulan pertama.
Pusing
dan nyeri payudara.
Berat
badan naik sedikit tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan. Justru
memiliki dampak positif
Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI).
Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi dan perubahan suasana
hati sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seksual berkurang.
Dapat meningkatkan tekanan darah dan terensi cairan, sehingga risiko stroke dan
gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan
usia>35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
e.Yang
dapat menggunakan Pil kombinasi
Pada
prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:
Usia reproduksi.
Telah memiliki anak ataupu yang belum.
Gemuk atau kurus.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
Pasca keguguran.
Anemia karena haid berlebihan.
Nyeri haid hebat.
Siklus haid tidak teratur.
Riwayat kehamilan ektopik.
Kelainan payudara jinak.
DM tanpa komplikasi pada ginjal,
pembuluh darah, mata dan saraf.
Penyakit tiroid, radang panggual, endometriosis
atau tumor ovarium jinak.
Menderita TB kecuali yang sedang menggunakan
rifampisin.
Varises
vena.
f. Yang tidak boleh menggunakan Pil kombinasi
:
·
Hamil atau dicurigai hamil.
·
Menyusui eksklusif.
·
Perdarahan pervaginam yang belum
diketahui penyebabnya.
·
Penyakit hati akut.
·
Perokok dengan usia>35 th.
·
Riwayat penyakit jantung, stroke,
hipertensi > 180/110 mmHg.
·
Riwayat gangguan faktor pembekuan darah
atau DM > 20th.
·
Kanker payudara atau yang dicurigai
kanker payudara.
·
Migrain dan gejala neurologis fokal
(epilepsi/ riwayat epilepsi).
·
Tidak dapat menggunakan pil secara
teratur setiap hari.
g.
Waktu mulai menggunakan pil
kombinasi
·
Setiap saat selagi haid, untuk
meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil.
·
Hari pertama sampai hari ke-7 siklus
haid.
·
Boleh menggunakan pada hari ke-8 haid,
tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari 8
sampai hari 14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai telah menghabiskan
paket pil tersebut.
·
Setelah melahirkan : 6 bulan pemberian
ASI eksklusif ; setelah 3 bulan dan tidak menyusui ; pascakeguguran segera atau
dalam 7 hari.
Suntikan kombinasi
Jenis
suntikan kombinasi adalah 25 mg Depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg
Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali, dan 50 mg
Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi IM.
Sangat efektif 0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama
penggunaan.
a.
Cara kerja
Secara umum menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks,atrofi endometrium,
dan Menghambat transportasi ovum lewat tuba.
Kontrasepsi pil progestin (minipil).
a. Jenis minipil
·
Kemasan dengan isi 35 pil: 300ug levonorgestrel
atau 350ug noretindron.
·
Kemasan dengan isi 28 pil: 75ug dosegestrel.
b. Cara kerja minipil
·
Menekan sekresi gonadotropin dan
sintesis steroid seks di ovarium (tidak begitu kuat).
·
Endometrium mengalami transformasi
lebih awal sehingga implantasi lebih sulit.
·
Mengentalkan lendir serviks.
·
Mengubah motilitas tuba sehingga
transportasi ovum terganggu.
c. Efektivitas
Sangat efektif (98,5%). Pada penggunaan
minipil jangan sampai terlupa satu-dua tablet karena akibatnya kemungkinan
terjadi kehamilan sangat besar. Penggunaan obat-obat mukolitik asetilsistein
bersamaan dengan minipil perlu dihindari karena dapat meningkatkan penetrasi
sperma. Dalam menggunakan minipil sebaiknya jangan sampai ada tablet yang lupa,
tablet digunakan pada jam yang sama, senggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam
setelah penggunaan minipil.
d. Keuntungan
·
Cocok untuk perempuan menyusui.
·
Sangat efektif jika digunakan secara
benar.
·
Tidak mempengaruhi produksi ASI.
·
Nyaman dan mudah digunakan.
·
Kesuburan cepat kembali.
·
Sedikit efek samping.
·
Tidak mengandung estrogen
·
Dapat dipakai sebagai senggama.
·
Mengurangi nyeri haid dan jumlah darah
haid.
·
Mencegah kanker endometrium.
·
Sedikit sekali mengganggu metabolisme
karbohidrat sehingga relatif aman diberikan pada perempuan DM yang belum
mengalami komplikasi.
e. Keterbatasan
·
Hampir 30-60% mengalami gangguan haid.
·
Peningkatan/penurunan berat badan.
·
Harus digunakan setiap hari dan pada
waktu yang sama.
·
Bila lupa satu pil saja maka kegagalan
menjadi lebih besar.
·
Payudara menjadi tegang, mual, pusing,
dermatitis atau jerawat.
·
Efektivitasnya menjadi lebih rendah
bila digunakan bersamaan dengan obat OAT (rifampisin) dan obat epilepsi
(fenitoin, barbiturat).
f. Kontraindikasi
·
Hamil/diduga hamil
·
Perdarahan pervaginam yang belum tahu
penyebabnya.
·
Kanker payudara.
·
Mioma uteri.
·
Riwayat stroke, PJK.
3.
Kontrasepsi implant
a. Jenis
•
Norplant. Terdiri dari 6 batang
silastiik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, diameter 3,4 mm, yang diisi
dengan 36 mg Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
•
Implan. Terdiri dari satu batang putih
lentur dengan panjang kira-kira 4 mm, dan diameter 2 mm yang diisi dengan 68 mg
3-keto-dosegestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
•
Jaden dan Indoplan. Terdiri dari 2
batang yang diisi dengan 75 mg Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
b. Cara kerja
Secara
umum bekerja dengan menekan ovulasi, Mengentalkan lendir serviks, Atrofi
endometrium, dan menghambat transportasi ovum lewat tuba. Efektivitas sangat
efektif 0,2-1 kehamilan per 100 perempuan.
4.
AKDR dengan progestin
AKDR
atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat
kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat
setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan
mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada
wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena
itu, setiap calon pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang
seluk-beluk alat kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDRdiIndonesia:
1.Copper-T
1.Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana
pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat
tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup
baik.
2.Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
2.Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
3.MultiLoad
AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4.LippesLoop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk memudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.
AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4.LippesLoop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk memudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.
Prinsip
pemasangan adalah menempatkan AKDR setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih
terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah bersalin dan
pada akhir haid. Pemasangan AKDR dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang
telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah
pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya.
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali.
KEUNTUNGAN IUD
KERUGIAN IUD
• Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang
• Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (misalnya PIL)
• Tidak mengganggu hubungan suami istri
• Tidak ada efek samping hormonal
• Tidak mengganggu laktasi (menyusui)
• Tidak berinteraksi dengan obat-obatan
• Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
• Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau keguguran
• Kesuburan cepat kembali setelah IUD dicabut / dibuka • Efek sampingnya terhadap siklus haid (menstruasi) sering "mengejutkan", namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tiga bulan pertama pemakaian
• Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
• Perdarahan bercak (spotting) diantara siklus haid
• Siklus menjadi lebih pendek
• Kadang-kadang nyeri haid lebih dari biasanya
• Perlu tenaga terlatih untuk memasang dan membukanya
• Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi
• Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang
• Tidak terpengaruh "faktor lupa" dari pemakai (misalnya PIL)
• Tidak mengganggu hubungan suami istri
• Tidak ada efek samping hormonal
• Tidak mengganggu laktasi (menyusui)
• Tidak berinteraksi dengan obat-obatan
• Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
• Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau keguguran
• Kesuburan cepat kembali setelah IUD dicabut / dibuka • Efek sampingnya terhadap siklus haid (menstruasi) sering "mengejutkan", namun tidak berbahaya dan bukan tanda kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tiga bulan pertama pemakaian
• Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
• Perdarahan bercak (spotting) diantara siklus haid
• Siklus menjadi lebih pendek
• Kadang-kadang nyeri haid lebih dari biasanya
• Perlu tenaga terlatih untuk memasang dan membukanya
• Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi
Adapun kekurangan penggunaany yaitu segera setelah
pemasangan dapat terjadi rasa sakit perut/kram; dapat dihindarkan dengan
konseling, relaksasi dan persiapan pemasangan yang baik, perdarahan segera
setelah pemasangan; dapat berlangsung 3-5 hari.
5. kondom
Kondom
merupakan selaput/selubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan
diantaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani)
yang dipasang pada penis salama hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet
sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang
bila digulung berbentuk rata atau berbentuk puting susu. Kondom dibuat dalam
berbagai variasi baik dari segi bentuk, warna, pelumas, ketebalan, maupun bahan
pembuatnya. Kondom dapat digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain.
Selain itu, kondom juga membantu mencegah penularan penyakit menular seksual,
termasuk AIDS. Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun
wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya
karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik
penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di
dalam vagina.
Carakerja
Kondom
menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas
sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma
tersebut tidak tercurah pada saluran reproduksi wanita. Selain itu, kondom juga
mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan ke pasangan lain.
Efektivitas
Kondom
cukup efektif bila dipakai secara benar pada setiap kali berhubungan seksual.
Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom menjadi tidak efektif karena tidak
konsisten dalam pemakaian. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka
kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.
Manfaat / kelebihan
•Efektif bila digunakan dengan benar
•Tidak mengganggu produksi ASI
•Tidak mengganggu kesehatan klien
•Tidak memiliki pengaruh sistemik
•Murah dan dapat dibeli secara umum
•Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
•Dapat digunakan sebagai metoda kontrasepsi sementara
Kekurangan
•Efektifitas tidak terlalu tinggi
•Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
•Agak mengganggu hubungan seksual karena mengurangi sentuhan langsung
•Pada beberapa klien menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
•Harus selalu tersedia setiap klai berhubungan seksual
•Beberapa klien malu untuk membeli kondom di tempat umum
•Pembuangan kondom bekas dapat menimbulkan masalah limbah
6. Femindom
Alat
ini seperti kondom, tapi dipakai oleh perempuan. Bentuknya seperti topi yang
menutupi mulut rahim. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Fungsinya sama
dengan kondom laki-laki, tapi ukurannya besar. Bentuknya elastis dan fleksibel
sehingga dapat mengikuti kontur vagina, selain itu juga bisa dipakai beberapa
jam sebelum melakukan hubungan seksual.
C. KASUS
Ny
Sandi umur 30 tahun PIIA0, agama islam, pendidikan SMP, pekerjaan ibu rumah
tangga, suami Tn. Agus umur 31 tahun, agama islam, pendidikan SMP, pekerjaan
buruh pabrik, suku/bangsa : Jawa/Indonesia, penghasilan/bln 950.000,- rupiah,
tinggal di Desa CemaraRt 01 Rw II Pati. Pada hari ini jam 08.00 WIB bersama
dengan suami datang ke BPS Anita berkeinginan untuk menjadi akseptor KB IUD
karena ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang dan efek dari alkon
tersebut tidak menimbulkan kenaikan berat badan.
Ibu Sandi mulai menstruasi sejak
berusia 12 tahun, lama 7 hari, warna merah, siklus 28 hari, ganti pembalut
3x/hari dan tidak pernah mengalami keluhan, HPHT : 10 agustus 2014. Riwayat
kesehatan sekarang tidak sedang menderita penyakit dengan gejala seperti dada
berdebar-debar, sering berkeringat, sering kencing, sering haus, pusing yang
menetap, badan lemas, nyeri dan radang pada daerah panggul, keputihan yang
berlebihan, berbau dan berwarna. Riwayat kesehatan yang lalu tidak pernah
menderita penyakit dengan gejala seperti dada berdebar-debar, sering
berkeringat, sering kencing, sering haus, pusing yang menetap, badan lemas,
nyeri dan radang pada daerah panggul, keputihan yang berlebihan, berbau dan
berwarna. Sedangkan riwayat kesehatan keluarga tidak ada yang menderita
penyakit dengan gejala seperti darah tinggi, dada berdebar-debar, sering
berkeringat, sesak nafas, sering kencing, sering haus, pusingyang menetap dan
batuk yang menahun. Ibu Sandi menikah pada usia 22 tahun, lama 8 tahun,
merupakan pernikahan yang pertama dan mempunyai anak 2 orang.
Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas
yang lalu, anak pertama berusia 7tahun, laki-laki, lahir spontan ditolong oleh
bidan dengan BB 2700 gram dalam keadaan hidup dengan kondisi sehat, pada saat
hamil, bersalin maupun nifas tidak pernah mengalami komplikasi. Sedangkan anak
kedua berusia 5 tahun, perempuan, lahir spontan di tolong oleh bidan dengan BB
2900 gram dalam keadaan hidup dengan kondisi sehat, pada saat hamil, bersalin
maupun nifas tidak pernah mengalami komplikasi. Setelah anak pertama ibu Sandi
menjadi akseptor KB Suntik 1 bulan selama 2 tahun, waktu menggunakan alkon
setelah 40 haripost partum dan tidak ada keluhan, kemudian berhenti karena
ingin mempunyai anak lagi. Setelah anak kedua ibu Sandi menjadi akseptor KB
suntik 3 bulan selama 1 tahun sampai saat ini, waktu penggunaan alkon setelah
40 hari post partum dan mengeluh terjadi kenaikan BB , sehingga kurang nyaman
dengan kondisi yang dialami, kemudian dengan persetujuan suami berkeinginan
ganti KB suntik 3 bulan dengan KB IUD.
Ibu Sandi mengetahui tentang alkon IUD
bahwa efek sampingnya tidak menimbulkan kegemukan dan batas waktunya sampai 10 tahun,
sedangkan efek samping yang lainnya kurang mengetahui sehingga ingin
mendapatkan penjelasan yang lengkap lagi dari bidan. Hubungan dengan suami dan
keluarga harmonis ditunjukkan dengan suami selalu mendampingi setiap ibu
melakukan kunjungan ulang KB maupun periksa kesehatan. Pola pemenuhan kebutuhan
sehari – hari, makan 3x sehari porsi banyak dengan menu nasi, lauk pauk dan
sayur, serta mengkonsumsi air putih 7-8 gelas/hari, keluhan terjadi kenaikan
BB, BAB 1x/hari konsistensi lembek, bau khas, BAK 5-6 kali sehari, warna kuning
dan tidak ada keluhan. Dalam hal kebersihan, ibu mandi 2x sehari, gosok gigi 2x
sehari, keramas 2x seminggu, ganti baju 2x sehari, aktifitas sebagai ibu rumah
tangga dan dikerjakan sendiri, istirahat : ibu duduk/nyantai sambil nonton TV
rata-rata 1-2 jam dan tidur siang 1 jam sedangkan tidur malam 7-8 jam, rekreasi
1x seminggu kadang ke pasar atau ke mal, seksual : 2x seminggu. Dalam pemenuhan
kebutuhan sehari-hari tidak ada keluhan kecuali keluhan kenaikan BB.
Lingkungan rumah dalam keadaan bersih,
tidak punya hewan peliharaan. Menjalankan ibadah sholat 5 waktu dan selalu
berdoa setiap ada permasalahan dalam keluarga, dan diselesaikan dengan
musyawarah. Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami. Tidak ada
riwayat operasi pada rahim, tidak pernah mengalami penyakit kanker maupun
tumor, radang panggul maupun keputihan yang berlebihan, berbau dan berwarna.
Untuk mengetahui kesiapan ibu Sandi menjadi akseptor KB IUD, bidan meminta
informed consent kepada ibu sandi dan suami, setelah mendapatkan persetujuan
kemudian bidan melakukan pemeriksaan fisik dengan hasil KU : baik, kesadaran :
compos mentis, status emosional : stabil, TD : 120/80 mmHg, Nadi, 80x/mnt, RR :
20x/mnt, Suhu : 36,5ºC, BB : 66 kg dan TB : 157 cm. rambut : bersih, tidak
rontok, warna hitam, tidak berketombe. Muka :bentuk oval. Mata :conjungtiva
merah, sclera putih. Hidung :tidak ada serumen dan tidak ada polip.
Telinga :tidak ada serumen. Leher
:tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran vena jugularis.
Mulut :tidak sariawan, gigi tidak berlubang, gusi tidak berdarah, lidah bersih,
Dada : tidak ada retraksi dinding dada. Mammae :tidak ada massa/benjolan, tidak
nyeri tekan. Aksila :tidak ada benjolan. Perut :tidak ada luka bekas operasi,
tidak ada pembesaran hepar, limpa, tidak ada nyeri tekan. Genetalia :tidak
oedem, tidak varises, tidak ada condiloma akuminata/talata. Anus :tidak ada
hemoroid. Ekstremitas atas :tidak ada oedema dan varises. Ektremitas bawah
:tidak ada oedema, tidak ada varises. Hasil pemeriksaan dalam : servik dalam
keadaan normal (tidak nyeri goyang), uterus antefleksi dengan ukuran 7 cm.
Daerah portio tidak ada luka, tidak bengkak dan daerah vagina tidak ada odema,
tumor maupun infeksi.Untuk pemeriksaan penunjang didapatkan hasil HB : 12 gr%.
Setelah dilakukan tindakan pemasangan IUD, ibu Sandi menjadi akseptor KB IUD
dengan hasil IUD terpasang di dalam uterus yang ditandai dengan tidak terjadi
perdarahan, benang IUD tidak ekspulsi, tidak nyeri hebat pada perut, KU : Baik,
Kesadaran : CM, TD : 120/80 mmHg, N : 80x/mnt, RR : 20x/mnt, S : 36,5ºC
BAB
II
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kontrasepsi
adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan
intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen, dan memungkinkan pasangan untuk
mendapatkan anak apabila diinginkan. Obat kontrasepsi mempengaruhi pada 3 bagian proses reproduksi pria yang yaitu proses spermatogenesis, proses maturasi sperma, dan transportasi sperma. Sedang pengaruh kontrasepsi pada proses reproduksi wanita antara lain menghambat ovulasi, menghambat penetrasi sperma, menghambat fertilisasi, dan menghambat implantasi.
intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen, dan memungkinkan pasangan untuk
mendapatkan anak apabila diinginkan. Obat kontrasepsi mempengaruhi pada 3 bagian proses reproduksi pria yang yaitu proses spermatogenesis, proses maturasi sperma, dan transportasi sperma. Sedang pengaruh kontrasepsi pada proses reproduksi wanita antara lain menghambat ovulasi, menghambat penetrasi sperma, menghambat fertilisasi, dan menghambat implantasi.
Alat
kontrasepsi dapat berupa alat kontrasepsi hormonal, alat kontrasepsi
kombinasi ( estrogen dan progesteron), implan dan AKDR, kondom dan
femindom.
B.
Saran
Makalah
ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu sangat diharapkan kritik dan saran
dari pembaca agar dapat menjadi koreksi bagi penulis.

0 komentar:
Posting Komentar