Defenisi
Abortus
adalah suatu proses berakhirnya suatu kehamilan,dimana janin belum mampu hidup
diluar rahim(belum viable)dengan kriteria usia kehamilan <20 mgg atau berat
janin <500g.
Jenis-jenis
abortus
1.Abortus
Imminens
(threatened abortion,abortus mengencang)
ialah proses awal dari suatu keguguran, yang ditandai dengan pendarahan per
vaginam,sementara ostium uteri eksternum masih tertutup dan janin masih baik
intrauterin.
·
Tidak perlu pengobatan khusus
atau tirah baring total
·
Jangan melakukan aktifitas
fisik berlebihan atau hubungan seksual
·
Jika pendarahan
-berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa.
Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi
-terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan
atau USG). Lakukan konfirmasi adanya penyebab lain. Perdarahan
berlanjut,khususnya jika ditemui uterus yang lebih dari yang diharapkan,mungkin
menunjukan kehamilan ganda atau mola.
2. Abortus
incipiens
(inevitable abortion,abortus sedang
berlangsung) ialah proses abortus yang sedang berlangsung dan tidak lagi dapat
dicegah,ditandai dengan terbukanya ostium uteri eksternum,selain perdarahan.
·
Jika usia kehamilan kurang
dari 16 minggu ,lakukan evaluasi uterus dengan Aspirasi Vakum Manual (AVM).
Jika evaluasi tidak dapat segera dilakukan.
-berikan ergrometrin 0,2 mg
I.M.(dapat diulang sesudah 15 menit jika perlu) atau misoprostol 400 mog per
oral( dapat diulang sesudah 4 jam jika
perlu)
-segera lakukan persiapan
untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus
·
Jika usia kehamilan lebih
dari 16 mgg
-tunggu ekspulsi spontan
hasil konsepsi kemudian evakuasi sisa-sia hasil konsepsi
-jika perlu lakukan infus 20
unit oksitosin dalam 500ml cairan I.V.
(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40tetes permenit
untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi
·
Pastikan untuk tetap memantau
kondisi ibu penanganan
3.Abortus
inkompletus
Ialah proses abotus dimana sebagian
hasil konsepsi telah keluar melalui jalan lahir`
·
Jika perdarahan tidak
seberapa banyak dan kehamilan kurang dari 16 mgg, evakuasi dapat dilakukan
secara digital atau dengan cuman ovum untuk mengerluarkan hasil konsepsi yang
keluar melalui serviks. Jika perdarahan berhenti,beri ergometrin 0,2mg I.M.
atau misoprostol 400mog per oral
·
Jika pedarahan banyak atau
terus berlangsung dan usia kehamilan kurang ddari 16mgg,evakuasi sisa hasil
konsepsi dengan:
-Aspirasi vakum Manual(AVM)
merupakan metodi evakuasi yang terpilih.evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya
hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia
-jjika evakuasi belum dapat
dilakukan segera ,beri ergometrin 0,2mg I.M.(diulangi setelah 15 menit jika
perlu) atau isoprosol 400 mog per oral (dapat diulangi setelah 4jam jika perlu)
·
Jika kehamilan lebih dari
16mgg
-Berikan infus oksitosin 20
unit dalam 500ml cairan I.V.(garam fisiologik atau ringer laktat) dengan
kecepatan 40tetes/menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi
-jika perlu berikan
misoprostol 200mog pervaginam setiap 4jam sampai terjadi ekspulsi hasil
konsepsi (maksimal 800mog)
-evakuasi sisa hasil konsepsi
yang tertinggal dalam uterus
·
Patikan untuk tetap memantau
kondisi ibu setelah penanganan
4. Abortus
kompletus
Ialah proses abotus dimana keseluruhan
hasil konsepsi telah keluar melalui jalan lahir.
·
Tidak perlu evakuasi lagi
·
Observasi untuk melihat
adanya perdarahan banyak
·
Pastikan untuk tetap memantau
konsisi ibu setelah penanganan
·
Apabila terdapat anemia
sedang ,berikan tablet sulfas ferrosus 600mg/hari selama 2mgg,jika anemia berat
berikan transfusi darah
·
Konseling asuhan panca
keguguran dan pemantauan lanjut
KRITERIA
DIAGNOSA
·
Adanya terlambat haid tau
amenorea kurang dari 20mgg
·
Perdarahan per vaginam,dapat
pula disertai jaringan
·
Rasa nyeri atau kram,terutama
didaerah supra simfisis
·
Diagnosis abortus imminens
ditegakkan dengan terjadinya perdarahan pada wanita hamil kurang dari
20mgg,kadang disertai rasa mules,uterus membesar sebagaimana usia kehamilan
,serviks dijumpai tidak membuka dan tes kehamilan hasilnya (+) /positif
·
Abortus incipiens apabila
dijumpai ostium dalam keadaan terbuka ,dengan hasil konsepsi masih terdapat
dalam uterus.
·
Abortus inkomplerus jika
sebagian hasil konsepsi telah keluar,namun sebagian masih tertinggal intra
uterus .ostium uteri aksternum dijumpai terbuka,kadang-kadang teraba adanya
jaringan atau bahkan kadang menonjol di ostium.
·
Abortus kompletus apabila
keseluruhan jaringan hasil konsepsi telah keluar secara lengkap
·
Missed abortion biasanya
ditandai dengan adanya pengecilan uterus hamil,oleh karena itu sering kali
diagnosis ditegakkan setelah melalui beberapa kali pemeriksaan serial. Sering
kali missed abostion didahului dengan abortus imminens yang kemudian menghilang
spontan atau setelah diobati
TERAPI
·
Penanganan abortus imminens
terdiri atas:
1.
Istirahat baring yang
merupakan unsur terpenting karena menyebabkan peningkatan aliran darah keuterus
dan berkurangnya rangsangan mekanis.
2.
Fenobarbital 3 x 30 mg dapat
diberikan untuk menenangkan penderita
·
Abortus incipiens pada
prinsipnya dilakukan evakuasi atau pembersihan kavum uteri(DK atau suction
curretage) sesegera mungkin (DK=DILATASI DAN KURETASE)
·
Abortus inkompletus ditangani
hampir sama dengan abortus insipiens ,kevuali juka pasien dalam keadaan syok
karena perdarahan banyak ,maka harus dilakukan resusitasi cairan (bahkan
mungkin perlu tranfusi) untuk mengatasi syoknya terlebih dahulu. DK atau
suction curretage dapat dilakukan setelah syok teratasi
·
Abortus komplentus tidak
memerlukan tindakan DK,mungkin perlu transfusi dan pengobatan suportif lainnya
untukanemianya.

0 komentar:
Posting Komentar