[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/238278041" params="auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true" width="100%" height="450" iframe="true" /]
[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/297548594" params="auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true" width="100%" height="450" iframe="true" /]
[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/299448025" params="auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true" width="100%" height="450" iframe="true" /]

Pages

Selasa, 02 Mei 2017

Asuhan kebidanan



Defenisi
Abortus adalah suatu proses berakhirnya suatu kehamilan,dimana janin belum mampu hidup diluar rahim(belum viable)dengan kriteria usia kehamilan <20 mgg atau berat janin <500g.
Jenis-jenis abortus
1.Abortus Imminens
        (threatened abortion,abortus mengencang) ialah proses awal dari suatu keguguran, yang ditandai dengan pendarahan per vaginam,sementara ostium uteri eksternum masih tertutup dan janin masih baik intrauterin.
·        Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total
·        Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual
·        Jika pendarahan
-berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi
-terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Lakukan konfirmasi adanya penyebab lain. Perdarahan berlanjut,khususnya jika ditemui uterus yang lebih dari yang diharapkan,mungkin menunjukan kehamilan ganda atau mola.
2. Abortus incipiens
        (inevitable abortion,abortus sedang berlangsung) ialah proses abortus yang sedang berlangsung dan tidak lagi dapat dicegah,ditandai dengan terbukanya ostium uteri eksternum,selain perdarahan.
·        Jika usia kehamilan kurang dari 16 minggu ,lakukan evaluasi uterus dengan Aspirasi Vakum Manual (AVM). Jika evaluasi tidak dapat segera dilakukan.
-berikan ergrometrin 0,2 mg I.M.(dapat diulang sesudah 15 menit jika perlu) atau misoprostol 400 mog per oral( dapat  diulang sesudah 4 jam jika perlu)
-segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus
·        Jika usia kehamilan lebih dari 16 mgg
-tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi kemudian evakuasi sisa-sia hasil konsepsi
-jika perlu lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500ml cairan  I.V. (garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40tetes permenit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi
·        Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu penanganan
3.Abortus inkompletus
        Ialah proses abotus dimana sebagian hasil konsepsi telah keluar melalui jalan lahir`
·        Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang dari 16 mgg, evakuasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cuman ovum untuk mengerluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Jika perdarahan berhenti,beri ergometrin 0,2mg I.M. atau misoprostol 400mog per oral
·        Jika pedarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang ddari 16mgg,evakuasi sisa hasil konsepsi dengan:
-Aspirasi vakum Manual(AVM) merupakan metodi evakuasi yang terpilih.evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia
-jjika evakuasi belum dapat dilakukan segera ,beri ergometrin 0,2mg I.M.(diulangi setelah 15 menit jika perlu) atau isoprosol 400 mog per oral (dapat diulangi setelah 4jam jika perlu)
·        Jika kehamilan lebih dari 16mgg
-Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500ml cairan I.V.(garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40tetes/menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi
-jika perlu berikan misoprostol 200mog pervaginam setiap 4jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800mog)
-evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus
·        Patikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan

4. Abortus kompletus
        Ialah proses abotus dimana keseluruhan hasil konsepsi telah keluar melalui jalan lahir.
·        Tidak perlu evakuasi lagi
·        Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak
·        Pastikan untuk tetap memantau konsisi ibu setelah penanganan
·        Apabila terdapat anemia sedang ,berikan tablet sulfas ferrosus 600mg/hari selama 2mgg,jika anemia berat berikan transfusi darah
·        Konseling asuhan panca keguguran dan pemantauan lanjut

KRITERIA DIAGNOSA
·        Adanya terlambat haid tau amenorea kurang dari 20mgg
·        Perdarahan per vaginam,dapat pula disertai jaringan
·        Rasa nyeri atau kram,terutama didaerah supra simfisis
·        Diagnosis abortus imminens ditegakkan dengan terjadinya perdarahan pada wanita hamil kurang dari 20mgg,kadang disertai rasa mules,uterus membesar sebagaimana usia kehamilan ,serviks dijumpai tidak membuka dan tes kehamilan hasilnya (+) /positif
·        Abortus incipiens apabila dijumpai ostium dalam keadaan terbuka ,dengan hasil konsepsi masih terdapat dalam uterus.
·        Abortus inkomplerus jika sebagian hasil konsepsi telah keluar,namun sebagian masih tertinggal intra uterus .ostium uteri aksternum dijumpai terbuka,kadang-kadang teraba adanya jaringan atau bahkan kadang menonjol di ostium.
·        Abortus kompletus apabila keseluruhan jaringan hasil konsepsi telah keluar secara lengkap
·        Missed abortion biasanya ditandai dengan adanya pengecilan uterus hamil,oleh karena itu sering kali diagnosis ditegakkan setelah melalui beberapa kali pemeriksaan serial. Sering kali missed abostion didahului dengan abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau setelah diobati


TERAPI
·        Penanganan abortus imminens terdiri atas:
1.    Istirahat baring yang merupakan unsur terpenting karena menyebabkan peningkatan aliran darah keuterus dan berkurangnya rangsangan mekanis.
2.   Fenobarbital 3 x 30 mg dapat diberikan untuk menenangkan penderita
·        Abortus incipiens pada prinsipnya dilakukan evakuasi atau pembersihan kavum uteri(DK atau suction curretage) sesegera mungkin (DK=DILATASI DAN KURETASE)
·        Abortus inkompletus ditangani hampir sama dengan abortus insipiens ,kevuali juka pasien dalam keadaan syok karena perdarahan banyak ,maka harus dilakukan resusitasi cairan (bahkan mungkin perlu tranfusi) untuk mengatasi syoknya terlebih dahulu. DK atau suction curretage dapat dilakukan setelah syok teratasi
·        Abortus komplentus tidak memerlukan tindakan DK,mungkin perlu transfusi dan pengobatan suportif lainnya untukanemianya.


0 komentar:

Posting Komentar